0

Sinergi dan Transformasi Pendidikan Kabid. PAKIS Kanwil Kemenag Provinsi Kepri Gelar Evaluasi Program PAI 2026 di Kota Batam

Dokumen;www.izalmuslim.com

Dalam upaya mewujudkan pendidikan agama yang adaptif dan berkualitas, jajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam. Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau beserta jajarannya melangsungkan Pertemuan Evaluasi Program dan Kegiatan PAI Tahun 2026. Pertemuan strategis ini dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam pada hari Rabu, 10 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi penting yang mempertemukan pemangku kebijakan dengan para penggerak pendidikan di lapangan. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Provinsi Kepri dan Kota Batam, serta perwakilan pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI tingkat SMA, SMK, SMP, dan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Kota Batam.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, H. Muhammad Dirham, S.Ag., M.Sy. Dalam memimpin jalannya evaluasi, beliau didampingi oleh Hj. Trismariana, S.Ag., yang menjabat sebagai Ketua Tim PAI Menengah sekaligus Ketua Tim Kerja PAI PAUD dan Pendidikan Dasar pada Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kepri.

Pemetaan Kebutuhan dan Sinergi Data

Dalam sambutan pembukanya, H. Muhammad Dirham memberikan penekanan kuat pada urgensi pertemuan ini. Menurutnya, evaluasi tidak hanya sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan.

"Evaluasi dan pembinaan ini merupakan langkah krusial untuk memetakan kebutuhan riil di lapangan serta memastikan kompetensi profesional para guru PAI di Batam terus terjaga dan meningkat," tegas H. Muhammad Dirham di hadapan para peserta.

Untuk mewujudkan pemetaan yang akurat, Kabid PAKIS menekankan pentingnya sinergi data. Pengambilan kebijakan yang tepat harus dilandasi oleh data yang valid terutama data guru PAI, data siswa muslim dan data kebutuhan guru PAI

Ketersediaan ketiga data ini dinilai esensial agar intervensi program dan distribusi tenaga pendidik ke depannya dapat berjalan efektif dan proporsional.

Pemaparan Program dari MGMP dan KKG

Suasana pertemuan berjalan dinamis dan interaktif. Pada kesempatan tersebut, masing-masing perwakilan pengurus dari KKG PAI SD, serta MGMP PAI SMP, SMA, dan SMK diberikan ruang untuk menyampaikan laporan secara langsung.

Para pengurus menjabarkan secara komprehensif terkait program-program kegiatan PAI yang telah rampung dilaksanakan, kegiatan yang sedang berjalan, maupun rencana strategis ke depan. Skala program yang dilaporkan pun beragam, mulai dari inovasi pembelajaran di tingkat sekolah, kolaborasi di tingkat kecamatan, hingga kegiatan berskala Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Empat Arahan Strategis Kabid PAKIS

Menanggapi laporan dan dinamika di lapangan, H. Muhammad Dirham memberikan beberapa poin arahan penting yang menjadi pedoman ( guideline ) bagi seluruh organisasi guru PAI di Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam. Arahan tersebut meliputi:

Pertama Peningkatan Koordinasi Organisasi: Memperkuat komunikasi dan koordinasi yang solid antar sesama organisasi guru PAI agar setiap program dapat berjalan selaras tanpa tumpang tindih.

Kedua Kolaborasi Lintas Jenjang: Mendorong kolaborasi aktif antara Guru PAI di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan pembinaan karakter siswa dari pendidikan dasar hingga menengah.

Ketiga Evaluasi Berkelanjutan: Membiasakan budaya refleksi dengan mengevaluasi secara kritis kegiatan yang sudah berjalan, serta berkomitmen untuk membenahi dan meningkatkan aspek-aspek yang dirasa masih kurang optimal.

Keempat Pengembangan Kompetensi Ganda: Mendesain program kerja yang tidak hanya berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa, tetapi juga secara aktif memfasilitasi peningkatan kompetensi guru. Hal ini mutlak diperlukan agar guru PAI mampu beradaptasi seiring dengan kemajuan pendidikan yang terus bertransformasi.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun serius ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta. Melalui evaluasi tahun 2026 ini, diharapkan ekosistem Pendidikan Agama Islam di Provinsi Kepulauan Riau, dan Kota Batam pada khususnya, semakin solid, berbasis data, dan siap menjawab tantangan pendidikan di masa depan.

By;Izal Muslim


Baca Dan Lihat Juga Artikel Yang Berkaitan Dengan :

Posting Komentar

 
Top